Harga Baja Diprediksi Naik Terus Hingga Semester I-2009

Harga Baja Diprediksi Naik Terus Hingga Semester I-2009

- detikFinance
Rabu, 20 Agu 2008 14:17 WIB
Harga Baja Diprediksi Naik Terus Hingga Semester I-2009
Jakarta - Produsen baja dalam negeri memprediksi harga baja dunia akan terus naik hingga akhir semester I-2009. Penurunan harga yang terjadi selama Agustus ini diyakini hanya bersifat temporer, untuk kemudian lanjut naik lagi.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Pemasaran  Krakatau Steel Irvan K. Hakim dalam acara konferensi pers bersama antara Krakatau Steel, Gunung Garuda dan Essar di Wisma Krakatau Steel Jakarta, Rabu (20/8/2008).

Ia menjelaskan, sejak Januari  hingga Juli 2008 harga baja meningkat luar biasa. Namun pada Agustus, harga baja mengalami penurunan karena beberapa faktor . Diantaranya faktor harga minyak yang  turun tajam, permintaan yang melemah dari beberapa wilayah seperti dari Eropa karena musim liburan, dari China karena adanya Olimpiade dan lain-lain yang menyebabkan harga scrap terkoreksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bicara metal itu scrap bergerak, banyak orang beranggapan berpendapat kalau scrap turun maka harga baja turun, seperti harga besi beton, walaupun harganya. 20% adalah iron ore, bila terjadi koreksi itu di seng, HRC," katanya.

Ia mengatakan beberapa produk baja yang akan mengalami koreksi antara lain untuk produk long produk  seperti wire mesh, besi beton, paku dan lain-lain. "Harga scrap sekarang ini terkoreksi tapi nanti akan rebound lagi," ujar Irvan.

Kondisi pasar baja kedepannya diyakini akan terus menyokong kenaikan harga. Irvan menguraikan beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan trend baja dunia antara lain:

1. Harga iron ore diperkirakan akan naik sebesar 20% pada kontrak tahunan April 2009.

2. China pada bulan ini akan mulai menaikan tarif listrik  5% maka  akan mendongkrak ongkos produksi. "Malaysia juga naikin listrik, harga gas lebih mahal di Malaysia, artinya biaya produksi baja akan naik," kata Irvan.

3. Adanya penurunan suplai karena adanya overhoule (masa berhenti produksi)   beberapa produsen di Jepang, Korea, China, AS, Australia dan Argentina. Bahkan pada kuartal IV 2008 produsen baja di Asia, Australia an AS melakukan overhoule relining blast furnace yang diperkirakan akan mengurangi suplai hingga 5,3 juta sampai 6 juta ton, yang berdampak pada kenaikan harga.

4. China sebagai produsen utama  kokas sebagai campuran produksi baja akan menaikan harga jual kokas sampai 40% per 20 Agustus 2008.

5. ArcelorMittal akan menaikan Wire Rod di Kanada sebesar US$ 33,07 per ton pada pengiriman September.

6. China akan menaikan tax rebate paling lambat pada September 2008 dan lain-lain.

Irvan mencontohkan untuk produk HRC pada bulan Agustus 2008 mencapai Rp 13.000 per kg, pada April 2009 diprediksi mencapai Rp 16.399 per kg. Sedangkan untuk  CRC pada Agustus 2008 mencapai Rp 13.800, pada April 2009 Rp 17.015.  Untuk produk paku pada Agustus 2008 Rp 11.169 per kilo, sedangkan pada April 2009 diprediksi mencapai Rp 15.155 per kilo (harga termasuk pajak, franco Pulau Jawa).

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads