Hanya 25% PDAM yang Sehat

Hanya 25% PDAM yang Sehat

- detikFinance
Rabu, 20 Agu 2008 16:02 WIB
Hanya 25% PDAM yang Sehat
Jakarta - Dari 340 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang dinyatakan layak hanya ada 310 PDAM. Dari PDAM yang layak itu, hanya  80 yang sehat, 114 yang kurang sehat dan sisanya sebanyak 116 tidak sehat.

Hal ini disampaikan oleh  Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyedian Air minum (BPPSPAM)  Rachmad  Karnadi dalam acara konferensi pers di gedung Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta, Jl Patimura, Rabu (20/8/2008)

"Dari 340 PDAM, yang 310  pantas di sebuat PDAM, karena itulah yang ada datanya. Yang lainnya adalah pecahan  kabupaten yang mekar isinya adalah pembagian aset ke PDAM yang pemekaran yang  baru, sehingga ketidakseimbangan terjadi," kata Rachmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mencontohkan fasilitas PDAM  di Kabupaten Musi Rawas yang pecah menjadi kabupaten Lubuk Linggau dan kota Musi Rawas, sehingga menyebabkan buruknya kinerja dari PDAM diwilayah tersebut. Hal ini banyak dialami wilayah lainnya di Indonesia.

"Tarif rata-rata Rp 1.705  padahal kebutuhan  Rp 2.086 itu untuk kebutuhan operation cost recovery. Sedangkan full cost recovery Rp  2.636/m3 jadi jauh sekali rata-rata  yang dijual dengan full cost recovery. Itulah salah satu penyebab kenapa hampir disemua tempat PDAM  merugi," jelas Rachmad.

Ia  merinci dari 310 PDAM ada 162 PDAM  yang menjual tarif  kurang dari HPP, sedangkan PDAM yang mencetak laba hanya  91 dan yang sudah melayani  zona air minum ada 6 PDAM. Bahkan yang paling parah lagi  ada 110 yang belum menyusun laporan keuangan.

"Apabila kebijakan penghapusan akan dikeluarkan  secara otomatis berdampak pada PDAM sehat (80)  menjadi 94, karena tidak ada beban hutang, bunga dan denda. kurang sehat menjadi 135 dan yang sakit menjadi 81," paparnya.

Ia mengharapkan jika penghapusan hutang  PDAM oleh Depertemen Keuangan sudah ditempuh dan membuat  PDAM menjadi  sehat, maka PDAM diharapkan  dapat mengembangkan pelayanyan dengan modal sendiri atau mengajak swasta untuk bekerjasama dengan PDAM.

Dari evaluasi yang dilakukan oleh BPPSPAM tarif rata-rata PDAM hanya mencapai Rp 1.705 per m3 masih dibawah harga pokok penjualan (HPP) yaitu Rp 2086 per m3. Jumlah kapasitas produksi terpasang  310 PDAM sebesar 143.221 liter per detik yang dioperasikan hanya 115.437 per detik atau ada kapasitas yang menganggur (idle) sebesar 27.784 liter per detik.


(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads