Dalam pertemuan tersebut, Omar menuturkan rencana ekspansi perusahaannya dalam pertambangan nikel di Morowali dan Konawe, Sulawesi.
"Kami perusahaan dari London dan Australia mulai mengembangkan sayap di Sulawesi, tepatnya di Morowali dan Konawe dengan investasi US$ 2 miliar atau Rp 18 triliun," ujarnya usai bertemu Wapres Jusuf Kalla, Kamis (21/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di parik ini seluruh proses pengambilan dan pengolahan nikel dilakukan, bukan hanya mengangkut tapi juga mengolah," ujarnya.
Omar berharap kontrak karya penambangan bisa rampung tahun ini, sehingga segera dibahas di parlemen.
"Wapres menyambut baik rencana ini, tapi Wapres meminta agar proyek ini dimulai dengan program community sehingga melibatkan warga setempat," ujarnya.
Karena masih baru dilantik, mantan direktur Bank Mandiri ini berjanji akan lebih intensif melakukan pendekatan dan meningkatan pendapatan warga setempat.
Ketika disinggung wartawan mengenai pekerjaan barunya di Rio Tinto, Omar hanya tertawa saja.
(ddn/qom)











































