Hal ini dikatakan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Industri Pangan Indonesia (Aspipin) Boediyanto dalam acara Seminar dan Munas III, mencari strategi efektif menuju ketahanan pangan nasional melalui pengembangan industri pangan nasional, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (21/8/2008).
"Kebijakan Impor terigu di jalur merah telah menghambat distribusi terigu sampai 10 hari, padahal kalau sudah dibuka produk ini rentan kontaminasi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasannya jika takut dengan penyelundupan tidak mungkin karena apa untungnya? bea masuk dinolkan pembebasan PPN yang ditanggung pemerintah,"ujarnya.
Ia jugamenyambut baik penerapan kebijakan pembebasan PPN ditanggung pemerintah dan penghaspusan BM untuk gandum dan terigu. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah pemerintah akan pertahankan pembebasan BM 5% dan penanggungan PPN 10 % untuk terigu dan gandum.
Boediyanto menyatakan, pihaknya usul agar fasilitas tersebut diperluas untuk produk hilir gandum dan terigi seperti mie instan, biskuit. Dikatakannya jika hal itu tidak dilakukan maka harga produk makanan berbasis gandum akan mengalami kenaikan.
(hen/qom)











































