Kilang oli Gresik sudah mulai berproduksi Agustus ini dengan kapasitas 32 ribu ton per bulan.
Head of Brand and Communication Lubricant Business Unit Pertamina Radesmon menjelaskan, kilang oli di Gresik yang berkapasitas 385 ribu ton per tahun ini dibangun dengan biaya Rp 200 miliar lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan baku untuk pencampuran oli untuk kilang ini berasal dari Dumai dan Cilacap. Sementara produksinya akan diserap dalam negeri dan juga diekspor.
Redesmon menambahkan, untuk kepentingan ekspor ini Pertamina juga akan menggunakan pelabuhan Surabaya sebagai terminal ekspor pelumas ini. Pelumas akan diekspor ke beberapa negara seperti Australia, Taiwan dan Belgia dalam bentuk curah.
Sementara untuk dalam negeri akan difokuskan bagi pasar Indonesia Timur. Sedangkan untuk kilang di Tanjung Priok, Jakarta, saat ini masih tahap lelang. Diharapkan tahun ini bisa mulai konstruksi sehingga tahun depan bisa mulai beroperasi dengan kapasitas lebih besar, yaitu 400 ribu ton per tahun.
(lih/ddn)










































