Demikian disampaikan Head of Brand and Communication Lubricant Business Unit Pertamina Redesmon dalam Media Workshop di Hotel Salak, Bogor, Rabu (21/8/2008).
"Untuk tahun ini penjualan kita naik. Targetnya sekitar Rp 5 triliun dari tahun lalu yang Rp 4,2 triliun. Untuk periode Januari sampai Juli kami sudah bisa mencapai 110% dari target setengahnya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekspor tahun lalu masih terlalu kecil. Tapi untuk 2008 kami harapkan bisa mencapai 75 ribu ton," tambahnya.
Saat ini Pertamina mengekspor pelumas ke Pakistan dengan merek gabungan dengan SK Energy, yaitu Zipex. Selain itu juga mengekspor dalam bentuk curah ke Australia dan Taiwan.
Sementara dari sisi harga, kenaikan harga jual produk pelumas dipicu kenaikan harga bahan baku (based oil) dan zat aditif yang digunakan sebagai campuran.
Diantara keduanya, zat aditif memberikan pengaruh yang lebih besar karena harganya lebih tinggi. Harga base oil saat ini sekitar US$ 1.200 per matrik ton sementara aditif sekitar US$ 2.000-2.500 per matrik ton.
"Tak mudah mendapat aditif yang mudah karena di dunia ini hanya 5 produsennya. Jadi semua aditif masih 100% impor," katanya.
(lih/qom)











































