Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (21/8/2008).
"Namun demikian perlu dipahami (penurunan) ini bukan fundamental, memang ada fundamentalnya tapi juga merupakan koreksi atas kenaikan CPO di bulan Maret dan April yang sangat tinggi sampai menembus US$ 1.200," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya dalam jangka panjang Bayu mengatakan Indonesia mempunyai tantangan dengan penurunan CPO.
"Karena keberhasilan kita meningkatkan produksi perkiraan kita di 2009-2010 kita bisa menembus 20 juta ton produksi, artinya ekspor kira-kira akan mencapai 15 juta ton," ujarnya.
(dnl/ddn)











































