Pada perdagangan Kamis (21/8/2008), kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Oktober sempat melonjak hingga 6 dolar ke level US$ 122,04 per barel. Namun kontrak ini akhirnya ditutup naik 5,62 dolar ke level US$ 121,18 per barel.
Minyak jenis Brent pengiriman Oktober juga sempat melonjak ke level tertingginya dalam dua pekan di US$ 120,93 per barel. Kontrak ini ditutup melonjak 5,80 dolar ke level US$ 120,16 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kontrak minyak mentah kembali naik menyusul penurunan yang terjadi kemarin akibat melemahnya dolar dan kekhawatiran masalah geopolitik," ujar analis dari Sucdem, Andrey Kryuchenkov.
Sentimen negatif lainnya adalah keluarnya data dari Departemen Energi AS yang melaporkan cadangan bensin AS merosot hingga 6,2 juta barel pada pekan lalu. Padahal pasar hanya berekspektasi penurunan sebesar 2,4 juta barel.
Wall Street Menguat Terbatas
Sementara saham-saham di AS ditutup naik terbatas setelah kenaikan harga minyak tersebut. Saham-saham bergerak maju mundur karena bertambahnya kekhawatiran belanja konsumen akan melemah akibat naiknya lagi harga minyak.
Indeks Dow Jones ditutup naik 11,64 poin (0,10%) ke level 11.429,07, Nasdaq turun 9,38 poin (0,39%) ke level 2.379,70 dan S&P naik 2,94 poin (0,23%) ke level 1.277,48.
(qom/qom)










































