"APBN dan APBD adalah uang rakyat yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraa rakyat. Pepatah mengatakan gajah mati meninggalkan gading, singa mati meninggalkan belang," katanya.
Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Sidang Paripurna DPD di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejalan dengan tanggung jawab dan kewenangan daerah yang makin besar, kita juga menyaksikan makin besarnya alsoksi APBN untuk daerah. Transfer dana APBN ke daerah meningkat lebih dari 2 kali lipat dari Rp 129,7 triliun pada 2004 menjadi Rp 292,4 triliun pada APBN 2008," katanya.
Presiden juga menambahkan, pemerintah masih membiayai program dan kegiatan yang merupakan kewenangan daerah melalaui dana dekonsentrasi, dana tugas pembantuan dan dana untuk melaksanakan kegiatan instansi vertikal. Selain itu anggaran yang sangat besar juga dialokasikan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dan program pengurangan kemiskinan.
"Secara total seluruh anggaran ke daerah baik untuk transfer maupun melalui anggaran pemerintah pusat mencapai 65% dari total belanja APBN 2008. Besarnya dana APBN yang dialokasikan ke daerah membuktikan komitmen kita semua untuk menjalankan desentralisasi ekonomi secara konsisten dan bertanggung jawab," jelas Presiden.
"Kita harus pastikan bahwa anggaran yang makin besar ini juga tidak diikuti dengan makin meningkatnya penyimpangan "missmanagement" apalagi korupsi di daerah," imbuhnya.
(lih/qom)










































