Selama 3 bulan masa transisi yakni Oktober 2008 hingga Desember 2008, Adidas akan memesan sebanyak 900.000 pasang sepatu kepada Prima.
"Ini dilakukan untuk membantu arus kas PT Prima selama masa transisi. Namun tanggal berakhirnya hubungan usaha tidak berubah, yakni 31 Desember 2008," ujar Head of Footwear Sourcing Adidas Group Horst Stapf dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (22/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum mengumumkan putusnya kongsi dengan Prima, Adidas selama setahun terakhir telah mengambil berbagai langkah untuk menghidupkan kembali kegiatan operasional pabrik dan menstabilkan usaha secara jangka panjang.
Upaya yang dilakukan Adidas menurut Horst antara lain berawal pada Juni 2007 sewaktu PT Prima mengoperasikan kembali pabriknya menyusul kepergian tim manajemen pabrik sebelumnya.
"Adidas group mengerahkan sebuah tim ahli untuk mendukung tim manajemen baru, melakukan pembiayaan awal pemasokan bahan baku produksi dan melanjutkan pemberian order dan menyediakan waktu yang memadai bagi pemilik PT Prima agar dapat mengembangkan rencana restrukturisasi untuk memastikan kelangsungan usaha," jelasnya.
Sementara itu Presiden Direktur PT Prima Paulus Harli mengatakan pihaknya akan mencari investor baru menyusul hengkangnya Adidas.
"Secara aktif kami terus berdiskusi dengan calon investor baru dan terus berupaya mencari pembeli yang baru. Para pekerja sangat mendukung selama masa sulit ini dan kami tetap berkeyakinan akan dapat melanjutkan bisnis kami di kemudian hari," ujarnya.
Β (ddn/qom)











































