Kontrak utama New York untuk minyak jenis light pada Jumat (22/8/2008) kemarin ditutup merosot 6,59 dolar (5,4%) ke level US$ 114,59 per barel. Sementara minyak jenis Brent merosot 6,24 dolar ke level US$ 113,92 per barel.
Anjloknya harga minyak terjadi setelah dolar AS kembali rebound, membalas pelemahan sebelumnya. Penurunan ini sekaligus menambah penurunan harga minyak hingga 20% yang sudah terjadi sejak pertengahan Juli lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang-orang yang kemarin melakukan aksi beli kemarin mengambil untung pada hari ini. Selain itu terdapat juga technical selling baru dan pembicaraan lagi tentang prospek permintaan. Dolar AS juga semakin menguat lagi," ujar Peter Beutel, analis dari consultancy Cameron Hanover seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/8/2008).
Penurunan harga terjadi setelah keluarnya dua laporan. Salah satu adalah tentang naiknya produksi OPEC dan satu lagi adalah proyeksi penurunan jumlah orang yang liburan panjang AS 1 September mendatang, sehingga mengurangi permintaan BBM.
Konsultan industri Petrologistic kemarin menyatakan, tingkat produksi minyak OPEC diharapkan meningkat selama Agustus sebesar 450.000 barel per hari menjadi 32,95 juta bph.
Sementara perusahaan otomotif dan perjalanan AS, AAA melaporkan bahwa jumlah orang yang melancong pada hari Buruh 1 September mendatang diperkirakan turun. Jumlah penurunannya terbesar dalam 8 tahun terakhir, seiring dengan tingginya harga BBM.
(qom/qom)










































