Harga keekonomian elpiji saat ini adalah Rp 11.400 per kg. Sementara harga baru yang akan diterapkan Pertamina per 25 Agustus adalah Rp 5.750/kg
"Terkait dengan harga jual LPG nasional yang masih jauh dari harga keekonomian yaitu Rp 11.400 per kg, maka selanjutnya Pertamina akan menaikkan harga LPG kemasan 12 kg secara bertahap sebesar Rp 500/kg per bulannya sampai mencapai harga keekonomiannya," jelas VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro dalam siaran persnya, Sabtu (23/9/2008)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Pertamina mulai 10 April 2008 memberikan insentif berupa diskon 15% untuk para pengusaha pengguna elpiji ukuran 50 kg. Langkah tersebut dilakukan setalah para industri pengguna elpiji 50 kg beralih ke elpiji 12 kg untuk rumah tangga sehingga terjadi kelangkaan. Mereka beralih karena harga elpiji 12 kg lebih murah dari harga untuk 50 kg.
Pertamina juga menjamin ketersediaan elpiji yang stoknya saat ini sebesar 76.780 MT atau cukup untuk 17 hari kebutuhan Nasional.
"Namun demikian, Pertamina berharap, masyarakat dapat membeli LPG sesuai kebutuhan atau tidak berlebihan diatas pemakaian normal," jelas Wisnuntoro.
Seperti diketahui, Pertamina terhitung mulai Senin, 25 Agustus 2008 menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar 9,5%. Sementara elpiji 50 kg, dikurangi diskonnya dari 15% menjadi 10%.
Harga jual elpiji 12 kg naik dari Rp 5.250/kg menjadi Rp 5.750/kg atau naik dari Rp 63.000/tabung menjadi Rp 69.000/ tabung.
Sementara harga jual elpiji kemasan 50 kg, dikurangi diskonnya dari 15% menjadi 10% atau dari harga Rp 6.878/kg menjadi Rp 7.255/kg. Dengan demikian harga dalam kemasan 50 kg naik dari Rp 343.900/tabung menjadi Rp 362.750/tabung.
(qom/ndr)










































