Warga Riau Terancam Puasa dalam Kegelapan

Warga Riau Terancam Puasa dalam Kegelapan

- detikFinance
Sabtu, 23 Agu 2008 22:34 WIB
Warga Riau Terancam Puasa dalam Kegelapan
Pekanbaru - Bulan puasa kali ini, masyarakat Riau mungkin hanya dapat mengelus dada tanpa bisa berbuat banyak. PLN Wilayah Riau akan tetap melakukan pemadaman secara bergilir.

Pemadaman bergilir dalam sepekan ini bisa terjadi 4 kali dalam sehari. Kondisi krisis listrik akan terus belanjut hingga memasuki bulan ramadhan. Maka dapat dipastikan, betapa runyamnya masyarakat dalam menghadapi puasa kali ini.

"Tinggal di ibukota provinsi saja mengalami pemadaman sebanyak 4 kali dalam sehari. Bagaimana lagi nasib masyarakat yang tinggal di kecamatan atau pun kabupaten. Bulan puasa nanti, kita bisa repot kalau terus kondisinya seperti ini," ungkap Syarial seorang warga di Pekanbaru kepada detikFinance, Sabtu (23/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyarakat hanya dapat berharap, agar PLN Riau tidak melakukan pemadaman bergilir saat masyarakat berbuka puasa, makan sahur ataupun salat tarawih. Sebab, jika diwaktu yang sangat penting itu terjadi pemadaman, jelas akan merepotkan ummat yang tengah beribadah.

"Kita hanya dapat berharap, diwaktu paling utama, berbuka, makan sahur ataupun salat tarawih PLN tidak melakukan pemadaman. Kalau saat itu juga PLN tetap melakukan pemadaman, saya yakin masyarakat akan bergerak melakukan aksi demo," ketus Arsyad Rahim seorang warga Kulim, Pekanbaru.

Lantas bisakah PLN tidak melakukan pemadaman bergilir di saat bulan puasa? "Sampai bulan puasa kemungkinan krisis listrik belum bisa diatasi sepenuhnya. Jadwal pemadaman akan tetap berlangsung dibulan Ramadan," kata Asisten Manager Distributor PT PLN Wilayah Riau-Kepri Rusdi Karim kepada wartawan di Pekanbaru.

Kendati dibulan puasa tidak bisa terhindari, namun menurut Rudi Karim pihak PLN akan berusaha meminimalisir pemadaman ketika berbuka puasa atau makan sahur. Krisis listrik di Riau semakin parah akibat debit air di waduk PLTA Koto Panjang yang mendekati batas titik kritis.

Dia  menjelaskan, selain PLTA Koto Panjang yang mengalami masalah debit air, PLTA di Sumatera Barat (Sumbar) juga mengalami hal yang sama. Dimana selama ini energi listrik untuk kebutuhan di Riau juga dipasok dari PLTA  dan PLTU di Sumbar.

Saat ini PLTU Ombilin di Sumbar, tengah mengalami kerusakan,  sedangkan PLTA Singkarak dalam kondisi overhaul.

"Krisis listrik di Riau kian parah setelah PLTA Singkarak tidak dapat memasok energi ke Riau. Begitu juga dari PLTU Omblin yang saat ini masih dalam perbaikan," kata Rusdi.



(cha/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads