Merugi di Bisnis Elpiji, Direksi Pertamina 'Dicerca'

Merugi di Bisnis Elpiji, Direksi Pertamina 'Dicerca'

- detikFinance
Minggu, 24 Agu 2008 10:21 WIB
Merugi di Bisnis Elpiji, Direksi Pertamina Dicerca
Jakarta - Pertamina berencana menaikkan harga elpiji 12 kg dan 50 kg secara bertahap hingga Pertamina tak perlu mensubsidi lagi. Jajaran direksi Pertamina rupanya sudah gerah karena selama ini 'dicerca' akibat terus merugi di bisnis elpiji ini.

"Sebab selama ini kita jualan (elpiji) rugi. Akhirnya kita dicerca dan direksinya dibilang nggak beres," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menuturkannya ketika dihubungi wartawan, Minggu (24/8/2008).

Dalam siaran persnya, Pertamina menuturkan harga keekonomian elpiji saat ini Rp 11.400/kg. Sementara harga jual Pertamina untuk elpiji 12 kg sebesar Rp 5.750/kg dan untuk yang 50 kg sebesar Rp 7.255/kg. Selain itu Pertamina akan terus menaikkan harga elpiji tersebut sampai akhirnya mencapai harga keekonomian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lepas (subsidi elpiji) mulai sekarang, tapi secara bertahap. Sebab kalau Pertamina disuruh subsidi terus ya nggak mampu. Tapi kita juga melihat kondisi masyarakat," ujarnya.

Selain itu, faktor lain yang mendorong Pertamina menaikkan harga elpiji adalah kritikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). KPPU mengkritik BUMN migas ini ingin memonopoli bisnis elpiji di tanah air jika tidak menaikkan harga elpiji.

"Ada juga kritikan dari KPPU. Katanya Pertamina nggak mau naiikin harga kerena ingin monopoli. Sekarang kan harga keekonomian sudah Rp 11.000/kg," katanya.

Pertamina memang mendominasi bisnis elpiji di tanah air, baik untuk ukurang 3 kg, 12 kg, dan 50 kg. Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Insitute Pri Agung Rakhmanto, pemain lain akan sulit masuk karena bahan baku elpiji hanya bisa didapat dari kilang. Di lain pihak, semua kilang yang ada di Indonesia saat ini merupakan milik Pertamina. (lih/ndr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads