"Kesepakatan ini akan mencakup kerjasama miliaran dolar yang akan ditandatangani pada ASEAN-India Summit pada
Desember nanti," kata seorang sumber seperti dikutip AFP, Minggu (24/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith baru-baru ini menyatakan pihaknya berharap FTA ASEAN dengan Australia-New Zealand bisa mencapai kesepakatan pada pertemuan AEM kali ini. Namun seorang sumber menyatakan hal itu tidak mungkin karena masih tersisa beberapa isu yang belum juga selesai.
Sementara itu, dalam siaran persnya, Departemen Perdagangan menyatakan, pada pertemuan AEM kali ini para Menteri juga akan menyampaikan hasil perundingan perdagangan sektor barang dalam konteks ASEAN-India FTA secara resmi. Salah satu hasil terpenting bagi Indonesia dari negosiasi ASEAN-India ini adalah disepakatinya end rate sebesar 37,5% untuk Crude Palm Oil (CPO) dan sebesar 45% untuk Refined Palm Oil (RPO) sesuai permintaan Indonesia.
Langkah selanjutnya yang sedang dipertimbangkan adalah peluncuran perundingan di bidang jasa dan investasi. Selain itu akan dibahas pula perundingan ASEAN-ANZ FTA yang telah memasuki tahap akhir. Berbeda dengan perundingan ASEAN FTA sebelumnya, perundingan kali ini bersifat single undertaking dan komprehensif (mencakup tidak saja barang tetapi juga jasa, investasi, kompetisi, HaKI dan lain-lain).
"Saat ini Indonesia juga sedang memperjuangkan agar ekspor produk-produk tekstil, TPT dan alas sepatu dari Indonesia dapat memperoleh kemudahan di New Zealand, dan juga agar Indonesia dapat memperoleh capacity building di bidang pertanian, peternakan dan juga laboratorium," ujar Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional, Departemen Perdagangan, Gusmardi Bustami. (lih/iy)











































