Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui, pada pembahasan awal RAPBN 2009 pemerintah mengajukan BLT untuk 12 bulan penuh. Tapi dalam pembahasan itu DPR keberatan.
"Jadi kesepakatan pagu sementara BLT diperpanjang 3 bulan saja di 2009. Pertimbangannya dikhawatirkan kalau enam bulan dikaitkan dengan pemilu legislatif, sedangkan kalau 9 bulan dikaitkan dengan pilpres. Jadi tahun 2009 itu tahun politik yang sangat sensitif dan akhirnya anggaran BLT tahun 2009 menjadi Rp 6,06 triliun," jelas Menkeu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sisa dana BLT lainnya sebesar Rp 23,5 triliun akan digunakan untuk kementerian lembaga dalam berbagai belanja untuk mengurangi kemiskinan.
Sementara di tempat terpisah, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ada pengurangan jumlah penerima BLT hampir 1 juta orang.
Pengurangan tersebut pertama karena orangnya sudah meninggal, kedua adanya dobel kartu. "Itu dari verifikasi terakhir," kata Paskah di gedung Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta.
Paskah menjelaskan, yang sekarang dibicarakan di DPR memang BLT terbesar jika dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 23 triliun. Sedangkan untuk 2008 bila disetujui di DPR jumlahnya Rp 6-24 triliun.
"Pengurangan satu juta orang tersebut artinya nanti dapat mengurangi jumlah yang kita alokasikan di Desember nanti. Pengurangan satu juta itu sekitar Rp 200 miliaran. Data pengurangan itu dari verifikasi PT Pos," jelas Paskah. (ir/ddn)











































