Jakarta - Pemerintah akan mengkaji untuk membeli saham BUMN karya PT Pembangunan Perumahan (PP) yang dimiliki oleh karyawannya. Hal ini dilakukan supaya pemerintah tetap menjadi pemegang saham mayoritas saat pelepasan saham (IPO) dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (25/8/2008).
BUMN karya ini memang memiliki struktur pemegang saham yang unik, sebesar 49 persen saham dimiliki oleh karyawan dalam bentuk Cooperative of Shareholding Employees of Pembangunan Perumahan (KKPSPP) dan sisanya 51 persen oleh pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar kepemilikan pemerintah di pembangunan perumahan tetap mayoritas setelah IPO, salah satu jalannya adalah dengan meminta karyawan melepas 49 persen kepemilikan untuk di IPO-kan. Karyawan bisa membeli lagi saham pada saat IPO. "Tapi itu masih salah satu kemungkinan," ujarnya.
Privatisasi PP ini sudah mendapat persetujuan dari DPR pada beberapa waktu lalu.
(ddn/ir)