Hal tersebut disampaikan oleh kepala Bappenas, Paskah Suzzeta dalam acara peluncuran buku Perencanaan dan Penganggaran yang berpihak pada Masyarakat Miskin di Gedung Bappenas, Jalan Taman Surapati, Jakarta(26/8/2008).
"Tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami trend penurunan, namun masih berjalan relatif lambat dan secara absolut jumlah penduduk miskin masih relatif besar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun ada trend penurunan tapi angka tersebut jauh dari sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009 yang menargetkan jumlah rakyat miskin pada 2009 sebesar 8,2%.Â
Â
Dalam kesempatan tersebut Paskah juga mengatakan untuk mengurangi tingkat kemiskinan, belanja modal harus lebih besar dari belanja barang.
Dalam kesempatan tersebut dipaparkan pula Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009 untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan, yaitu.
1. Peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan pedesaan.
2. Percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi.
3. Peningkatan upaya anti korupsi, reformasi birokrasi, serta pemantapan demokrasi, pertahanan dan keamanan dalam negeri.
KPK Ikut Rapat Anggaran di Bappenas
Sementara itu supaya ada transparansi dalam penyusunan anggaran, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah ikut dalam rapat penyusunan anggaran.
"Selama ini ada anggapan bahwa di sini ini superbody. KPK memang sudah beberapa bulan di sini mulai dari Maret saat penyusunan anggaran. Dan kita senang sekali, supaya terlihat transparansi kita," ujarnya.
Paskah sendiri berjanji untuk lebih memasyarakatkan mekanisme penyusunan anggaran.
(ddn/ddn)











































