Sebagai contoh, dengan harga US$ 100 per barel, maka harga gasnya bisa mencapai US$ 9-10 per mmbtu.
Demikian diutarakan Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan disela Bimasena Business Forum di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Head of Agreement (HoA) formula harga ini akan diteken Jumat (18/8/2008).
"Mereka sudah siap tandatangan, nanti hari Jumat besok," kata Kepala
BP Migas R Priyono.
Lapangan gas Senoro dan Donggi, Sulawesi dikelola Pertamina dan Medco. Gas dari lapangan ini kemudian dibeli Donggi Senoro LNG (DSL) yang membangun kilang pengolahan gas menjadi LNG sebagai bahan baku.
DSL sendiri terdiri dari Pertamina, Medco dan Mitsubishi. Jadi Pertamina dan Medco terlibat di pengembangannya sekaligus di pengelolaan kilang. LNG yang dihasilkan dari kilang ini selanjutnya dieskpor ke Jepang dengan Mitsubishi sebagai pembelinya.
Sebelumnya, harga gas LNG dibatasi dengan patokan harga minyak maksimal US$ 3,85 per mmbtu. Harga tersebut dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi sekarang.
Direktur Medco Lukman Mahfoedz menyatakan, harga baru ini sudah sesuai dengan kepentingan semua pihak. "Pokoknya harganya mantap," ujarnya.
Β (lih/ddn)











































