Produsen Mobil Eropa Tuntut EPA RI-Eropa

Produsen Mobil Eropa Tuntut EPA RI-Eropa

- detikFinance
Selasa, 26 Agu 2008 18:51 WIB
Produsen Mobil Eropa Tuntut EPA RI-Eropa
Jakarta - Produsen mobil Eropa rupanya tidak ingin kalah dengan Jepang. Mereka meminta Indonesia juga menggelar kemitraan Economic Partnership Agreement (EPA) dengan Eropa seperti halnya yang dilakukan antara Indonesia dan Jepang.

Maklum, dengan diterapkan IJ-EPA fasilitas bea masuk (BM) produk mobil CBU (komponen utuh) Jepang berkapasitas mesin 3.000 cc keatas secara bertahap akan dihapuskan menjadi 0%.

Hal ini rupanya yang membuat kalangan produsen mobil non-Jepang termasuk produsen Eropa menjadi gerah, sehingga menuntut dibuat kerangka kerjasama yang sama (EPA) di luar Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini soal kompetisi, kalau CKD tidak masalah karena besarannya relatif sama, tapi CBU itu yang menjadi masalah," kata Presiden Direktur PT Mercedes Benz Indonesia Rudy Borgenheimer di pabrik perakitan Mercy Gunung Putri, Bogor, Selasa (26/8/2008).

Rudy menambahkan dengan adanya penerapan bea masuk yang berbeda tentunya akan mempengaruhi kompetisi produk Eropa dan Jepang khususnya untuk produk CBU 3.000 cc ke atas.

Sedangkan untuk produk CKD (komponen terurai) ia dapat memahaminya karena penerapannya tidak jauh berbeda, dan bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi produk komponen lokal di Indonesia.

"Pada 6 bulan lalu, Presiden SBY berencana datang ke Jerman tetapi tidak jadi, pada saat itu mau dibicarakan soal ini," ungkapnya.

RI Jadi Basis Produksi Bus Mercedes

Rudy juga mengatakan sebagai bagian dari komitmen Mercedes Benz di Indonesia, pihaknya berencana mengembangkan pasar Indonesia sebagai basis produksi bus Mercedes di Indonesia.

Sekarang ini, Rudy dan prinsipal di Jerman sedang mendiskusikan hal ini. Untuk tahap awal sedang dilakukan kajian studi kelayakan.

"Saya mendukung untuk produksi bus di Indonesia sekarang ini masih diskusi dengan para insinyur," ungkapnya.

Namun dikatakan Rudy, untuk membuat sebuah produk sebagai basis produksi tidaklah mudah karena harus memenuhi persyaratan yaitu produk yang dibuat harus bisa diterima pasar dengan skala produksi yang besar danย  harga yang kompetitif. (hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads