Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Peternak Unggas Se-Indonesia Hartono dalam kunjungan ke lokasi peternakan Eden Farm di Kampung Sawah Lama, Tanggerang,Rabu (27/6/2008).
"Harga jual akan naik, karena biaya produksinya juga naik. Pada masa puasa harganya akan menjadi Rp 15.000 di farm gate atau di peternak. Sementara di eceran mungkin sekitar Rp 17.000," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya stok untuk 2 hari. Dan kita akan main di situ untuk mengatur pasokan ke masyarakat. Dari pada kita langsung keluarkan banyak, nanti kasihan harga di peternak. Jadi kita kontrol hari per hari, itu lebih aman," ujarnya.
Saat ini harga di tingkatan peternak sekitar Rp 14.200/kg dan di pasar eceran dijual minimal Rp 15.700/kg. Sementara berdasarkan pantauan Depdag untuk telur ayam ras, harganya naik Rp 700 dari Juli yang sebesar Rp 13.328 menjadi Rp 14.048 pada awal minggu ini.
Kenaikan dipicu melonjaknya permintaan terutama untuk pembuatan kue pada bulan puasa dan lebaran. Sementara di sisi lain, biaya produksi terutama harga jagung sebagai pakan ternak juga melonjak tajam.
Menurut Hartono, harga telur ayam sesungguhnya relatif masih rendah jika dibandingkan
fluktuasi inflasi dan nilai tukar rupiah.
"Harga telur sejak 30 tahun lalu adalah yang paling murah dan efisien. Kalau mengikuti arusnya, seharusnya Rp 32.000. Kalau sesuai daging sapi yang sekarang sekitar Rp 60.000, layaknya telur ayam dihargai Rp 32.000. Tapi kami bisa jual Rp 17.000, berarti kami efisien," ujarnya. (lih/ddn)











































