Hal tersebut disampaikan Dirut PLN Fahmi Mochtar dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Padahal DPR dalam salah satu kesimpulan rapat itu meminta PLN tidak melakukan pemadaman bergilir selama bulan puasa. "Masa nggak boleh mati, nggak mungkin," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi menuturkan di Indonesia masih terjadi keterbatasan listik karena data pertumbuhan lima tahun terakhir menunjukkan konsumsi listrik tumbuh 6-7 persen per tahun, dan pemakaian listrik pada beban puncak tumbuh 4,8 persen per tahun, sementara kapasitas pembangkit hanya tumbuh 3,5 persen per tahun.
"Sehingga terjadi ketidakseimbangan antara kapasitas suplai dengan demand, sementara rasio cadangan kapasitas terhadap beban puncak pada 2008 ini hanya 21 persen," ujarnya.
Untuk pemenuhan kebutuhan listrik dalam jangka pendek di 2008, di sisi suplai side yakni dengan penambahan kapasitas baru, perbaikan pembangkit listrik yang rusak, optimalisasi kapasitas terpasang yang ada, penyelesaian atau peningkatan kemampuan jaringan transmisi atau distribusi dan interkoneksi.
Sedangkan di sisi demand pengendalian pertumbuhan beban, penghematan penggunaan listrik.
Untuk program jangka menengah sampai 2010 antara lain berupa diversifikasi penggunaan energi primer BBM ke non BBM untuk pembangit tenaga listrik (Proyek percepatan pembangkit 10.000 MW) dan meningkatkan partisipasi swasta dalam penyediaan tenaga listrik. (ddn/ir)











































