Hal ini disampaikan oleh Dirut Bulog Mustafa Abubakar usai acara survei pasar beras Cipinang, Jakarta, Kamis (27/8/2008).
"Beras non HPP yang 125.000 ton mulai tanggal 21 sudah tidak ada lagi, karena Bulog sudah menyetok non HPP, kita sudah hentikan per 20 Agustus 2008," ungkap Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"1,93 juta ton beras raskin posisi 23 Agustus 2008, sudah 90% dari taget bulan Agustus, masih 4 hari lagi Insya Allah tercapai," harapnya.
Untuk selanjutnya Bulog akan terus memantau pasokan dan harga beras, apakah nantinya akan membuka kran pembelian HPP atau menutupnya terus menerus.
"Tergantung pada harga dan kondisi pasar klep itu bisa dibuka dan ditutup, kalau harga bagus kita tetap mempertahankannya," ujarnya beralasan.
Mustafa menambahkan, untuk memantau kestabilan harga dan stok dan kelancaran suplai, Bulog siap menurunkan tim ahlinya ke berbagai daerah. Tahun 2008 ini Bulog menargetkan pengadaan beras hingga 3,34 juta ton hingga akhir tahun.
"Supaya raskin aman kita lakukan pengadaan 3,34 juta ton, stok di Bulog bisa memadai, ini wajib dipenuhi oleh Bulog, 3,34 juta ton kita berharap bisa kita kejar," harapnya. (hen/qom)











































