Menurut Menteri Pertanian Anton Apriantono, pihaknya masih belum menentukan apakah kartunya akan manual seperti kartu kendali atau elektronik seperti smart card.
"Bukan pengecer lagi, tetapi penyalur ke petani yang punya kartu. Jadinya hanya disalurkan ke yang terdaftar," ujarnya disela kunjungan ke Gudang Bulog di Serang, Jawa Barat, Rabu (27/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui sistem tertutup seperti ini mencerminkan monopoli. Namun hal itu sengaja dilakukan pemerintah yang memang ingin mengatur harga pupuk di tingkatan petani.
"Ini memang monopoli, makanya diatur. Monopoli kan tidak selalu jelek. Karena produsennya BUMN dan disubsidi, siapa bilang bukan monopoli. Tapi kan tidak semua monopoli jelek," ujarnya. (lih/ddn)










































