Dirjen Migas Evita Legowo memaparkannya dalam RDP dengan Komisi VII di MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
Rinciannya, konsumsi premium sudah mencapai 12,485 juta kiloliter, minyak tanah mencapai 5,526 juta kiloliter, dan solar mencapai 7,75 juta kiloliter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penyebab kenaikan konsumsi ini antara lain adalah pertumbuhan kendaraan yang melebihi ekspetasi, dan banyaknya kendaraan industri terutama di daerah pertambangan dan perkebunan yang juga menggunakan BBM subsidi.
Dengan kondisi seperti ini, maka estimasi konsumsi hingga akhir tahun bisa melonjak hingga 38,923 juta kiloliter.
Jumlah tersebut terdiri dari premium sebanyak 19,47 juta kiloliter, minyak tanah 7,56 juta kiloliter, dan solar sebanyak 11,891 juta kiloliter.
Padahal berdasarkan APBNP 2008, kuota BBM subsidi hanya sebesar 35,475 juta kiloliter. Angka ini terdiri dari premium sebanyak 16,976 juta kiloliter, minyak tanah sebanyak 7,561 juta kiloliter.
Meski memperkirakan konsumsi 2008 bisa melebihi kuota, pemerintah tetap menargetkan bisa menekan konsumsi BBM subsidi pada 2009.
Sesuai nota keuangan 2009, total BBM subsidi untuk 2009 mencapai 36,854 juta kiloliter dengan rincian premium sebanyak 19,444 juta kiloliter, minyak tanah sebesar 5,804 juta kiloliter, dan solar 11,605 juta kiloliter. (lih/ddn)











































