Sektor Non-Tradeable Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

Sektor Non-Tradeable Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2008 14:22 WIB
Sektor Non-Tradeable Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta - Diluar perkiraan berbagai kalangan, perekonomian Indonesia pada kuartal II-2008 mengalami pertumbuhan yang cukup meyakinkan. Sayangnya, mayoritas pertumbuhan ekonomi masih didukung oleh sektor non-tradeable.

Demikian antara lain hasil penelitian Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E - LIPI) yang disampaikan dalam acara Jumpa Pers LIPI di Ruang Seminar Widya Graha LIPI lantai 5, Jl Jend. Gatot Subroto Kav 10, Jakarta, Kamis (28/08/2008).
Β 
Menurut peneliti P2E-LIPI Latif Adam, perekonomian Indonesia pada kuartal kedua 2008 tumbuh dengan angka 6,4%, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2007 pada periode yang sama tumbuh sebesar 6,3%.
Β 
Sayangnya, sebagaimana terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2008 masih tetap terfokus pada sektor non-tradeable, seperti listrik, gas, air minum, konstruksi, transportasi, keuangan, jasa dan lain sebagainya.
Β 
Di satu sisi, secara total sumbangan sektor non-tradeable terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai angka 73,4% (4,7% dari 6,4% pertumbuhan ekonomi), lebih tinggi dari kuartal kedua 2007 sebesar 65,1% (4,1% dari 6,3% pertumbuhan ekonomi)
Β 
Sedangkan sektor tradeable, seperti pertanian, pertambangan dan industri pengolahan, hanya menyumbang 26,6% terhadap pertumbuhan ekonomi (1,7% dari 6,4% pertumbuhan ekonomi), menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 34,9% (2,2% dari 6,3% pertumbuhan ekonomi).
Β 
Lebih lanjut Adam menjelaskan, apabila pola pertumbuhan ekonomi berlanjut di masa yang akan datang, maka pemerintah diperkirakan akan mengalamai kesulitan untuk mengatasi permasalahan pengangguran dan kemiskinan.
Β 
"Permasalahan ini harus menjadi perhatian semua pihak, karena di tahun 2009 pemerintah mempunyai target yang cukup ambisius untuk bisa menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan dalam proporsi yang cukup signifikan," paparnya.
Β 
"Kalau demikian permasalahannya, maka pemerintah sudah harus mulai serius menggarap sektor tradeable," imbuhnya.
Β 
Dalam konteks pengembangan sektor tradeable, ada beberapa alasan mengapa sektor industri mendapat perhatian yang lebih serius dari pemerintah.
Β 
Pertama, sektor industri mempunyai posisi yang strategis dalam berkontribusi terhadap kinerja ekspor. Kedua, beberapa penelitian menunjukkan bahwa forward dan backward linkages dari sektor ini relatif lebih dinamis dibandingkan dengan sektor lainnya.
Β 
"Akhirnya, sektor industri mampu menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas dibandingkan dengan sektor tradeable lainnya," pungkasnya.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads