Hal tersebut Wapres Jusuf Kalla saat berbicara dalam rapat paripurna kabinet di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
"Seperti diketahui, kejadiannya pada tahun 2002. Presiden kita Presiden Megawati meminta agar menteri-menterinya harus mengikuti ke Fujian (China). Dan itu berjalan, tapi itu tentunya secara pribadi. Kami tidak diajak berbicara tentang hal ini, terutama karena tugas masing-masing. Saya sebagai Menko Kesra, beliau (SBY) sebagai Menko Polkam," urai JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan bertemu untuk menentukan new price dan new history. Saya tidak tahu bagaimana, itu nanti dirumuskan dan setelah itu saya lanjutkan pembicaraan dengan presiden dan menyampaikan surat ke presiden," tambah JK.
Pemerintah sekarang sepakat untuk tidak menengok lagi masa lalu. Pemerintah sepakat untuk membuat tim untuk menegosiasi ulang harga LNG Tangguh.
"Jadi ini pelajaran kepada kita semua, kedepan kita berpengalaman agar ini betul-betul diperhatikan. Kita akan negosiasi lagi dengan baik, tidak marah-marah. Pembicaraan berdasarkan persahabatan dan kepentingan dua negara," pungkasnya. (qom/ddn)











































