Pasar Mobil 2009 Ditaksir Tembus 600.000 Unit

Pasar Mobil 2009 Ditaksir Tembus 600.000 Unit

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2008 16:55 WIB
Pasar Mobil 2009 Ditaksir Tembus 600.000 Unit
Ciater, Subang - Pasar mobil dalam negeri pada tahun 2009 diprediksi akan menembus angka 600.000 unit. Kenaikan itu karena adanya peningkatan makro ekonomi, aktivitas pemilu, kecenderungan koreksi harga minyak dunia dan menurunnya inflasi pada tahun depan.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto dalam acara workshop wartawan di Subang, Kamis (28/8/2008).

"Angka 600.000 unit bisa tembus, kecuali jika ada kebijakan yang bersifat negatif seperti adanya rencana pemberlakuan pajak kendaraan secara progresif di 2009," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, faktor pemilu diperkirakan akan memicu penjualan kendaraan mobil. Selain itu, APBN 2009 yang cukup besar diharapkan akan mendongkrak perekonomian masyarakat sehingga mempengaruhi daya beli.

Faktor positif ini, lanjut Joko, didukung pula oleh stabilnya kondisi makro ekonomi seperti suku bunga Bank Indonesia (Bi Rate) sebesar 8,5%, nilai tukar Rupiah Rp 9.100/USD, inflasi 6,5%, dan pertumbuhan ekonomi 6,2%.

Dikatakannya, pasar otomotif per kuartal pada 2009 masing-masing akan mencapai rata-rata per bulan di kuartal 1 sebesar 47.600 unit, kuartal 2 sebanyak 54.600 unit dan kuartal 3 sebanyak 57.600 unit, dan 40.600 unit pada kuartal terakhir.

Joko menambahkan tahun ini pasar mobil diperkirakan akan melonjak 31% menjadi 575 ribu unit dibanding 2007 sebesar 434.449 unit. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pasar mobil di dalam negeri.

"Peningkatan pasar tahun ini memang naik luar biasa. Tapi ke depan, kita perlu berhati-hati. Salah satunya akan diterapkannya kebijakan pemerintah soal pajak progresif pada 2009 mendatang," jelas Joko.

Berdasarkan data yang ada menunjukan, bahwa skenario pertama pasar mobil mengalami penurunan, setelah naik dua tahun berturut-turut. Lalu skenario kedua, pasar mulai merosot setelah naik lima tahun berturut-turut.

"Skenario pertama terjadi pada 2001 dan skenario dua terjadiΒ  pada 2006," jelas Joko.Β Β Β 
(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads