Harga Minyak Turun 2,5 Dolar

Harga Minyak Turun 2,5 Dolar

- detikFinance
Jumat, 29 Agu 2008 07:04 WIB
Harga Minyak Turun 2,5 Dolar
New York - Setelah sempat melonjak, harga minyak mentah dunia akhirnya surut hingga 2,56 dolar. Sementara saham-saham Wall Street tetap ditutup menguat setelah keluarnya data pertumbuhan revisi pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II, yang melebihi ekspektasi.

Pada perdagangan Kamis (28/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober merosot 2,56 dolar ke level US$ 115,59 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober juga turun 2,05 dolar ke level US$ 114,17 per barel.

Harga minyak mentah sempat dibuka menguat tajam mendekati US$ 119 per barel setelah badai Gustav diprediksi akan segera menuju ke fasilitas perminyakan di Teluk Meksiko. Pusat Badai Nastional AS mengingatkan bahwa Gustav yang sudah mendatangi Haiti, dan Republik Dominika akan menguat kembali pada Jumat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun harga selanjutnya berbalik arah turun setelah para pialang berspekulasi bahwa badai Gustav tampaknya tidak berdampak signifikan pada produksi di Teluk Meksiko. Produksi minyak di Teluk Meksiko itu menyumbang 26% dari total produksi di AS dan 11% untuk total produksi gas AS.

"Prediksi terakhir untuk badai tropis Gustav menggambarkan lebih rendahnya kemungkinan terjadinya gangguan utama pada produksi minyak," jelas Al Goldman, analis dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Jumat (29/8/2008).

Wall Street Menguat

Sementara saham-saham di bursa Wall Street tetap menguat setelah penurunan harga minyak tersebut dan juga keluarnya data pertumbuhan ekonomi.

Data yang dirilis pemerintah menunjukkan bahwa ekspor telah membantu pertumbuhan ekonomi AS yang mencapai 3,3% selama kuartal II. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 1,9% dan perbaikan dari data pada kuartal I yang hanya 0,9%.

Indeks Dow Jones ditutup naik 212,67 poin (1,85%) ke level 11.715,18, Nasdaq naik 29,18 poin (1,22%) ke level 2.411,64 dan S&P naik 19,02 poin (1,48%) ke level 1.300,68.

"Ini adalah data yang sangat mengejutkan dan diharapkan dapat mengakhiri diskusi tentang resesi, paling tidak untuk sekarang," ujar Joel Naroff, analis dari Naroff Economic Advisors. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads