Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono usai acara penandatanganan di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (29/8/2008).
"Nilai kontrak US$16 miliar dengan harga minyak $100. US$ 4 miliar dari Matindok dan US$ 12 miliar dari Senoro," katanya.
Senoro dan Donggi merupakan dua lapangan gas yang dimiliki Pertamina dan Medco. Gas dari kedua lapangan ini dibeli konsorsium Donggi Senoro LNG (DSL) yang terdiri dari Pertamina, Medco dan Mitsubishi untuk disalurkan ke kilang pengolahan LNG.
Volume gas yang diperjualbelikan 1,7 tcf selama 15 tahun. Menurut Priyono, kilang ini merupakan kilang keempat yang dibangun di Indonesia setalah Arun, Bontang, dan Tangguh.
"Untuk kilang, ini pakai pola downstream. Ini pola bisnis pertama yang dikembangkan di Indonesia," katanya. (lih/ddn)











































