Biaya Operasional Mal Membengkak 10%

Biaya Operasional Mal Membengkak 10%

- detikFinance
Jumat, 29 Agu 2008 16:30 WIB
Biaya Operasional Mal Membengkak 10%
Jakarta - Biaya operasional pusat perbelanjaan atau mal ditaksir akan membengkak 10% ketika diterapkannya penggunaan genset 3 jam selama sepekan dalam ketentuan SKB hemat energi.

Kalangan peritel juga mengeluhkan adanya penerapan sanksi penerapan SKB penghematan energi. Hal ini disampaikan oleh CEO Senayan City Handaka Santosa saat dihubungi detikFinance, Jumat (29/8/2008).

"Ketika kita menghitung-hitung penerapannya 5 jam sekali seminggu beberapa waktu lalu, itu bisa menambah biaya operasional 25%, tapi kalau 3 jam saya kira sekitar 10%," kata Handaka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan besaran pembengkakan biaya operasional setiap mal berbeda, sangat tergantung dengan berapa daya listrik genset yang dipakai.

Dikatakannya pembengkakan biaya operasional mal disebabkan biaya listrik lebih murah dengan biaya penggunaan genset. Maklum harga solar yang tidak murah menjadi faktor selisih biaya yang harus dikeluarkan oleh setiap pengelola cukup jauh.

Handaka mengutarakan dengan adanya pembengkakan biaya ini, pihaknya akan benar-benar mengetatkan ikat pinggang dalam banyak hal seperti menekan penerangan mal, suhu pendingin ruangan dan lain-lain.

Mengenai, pasokan solar dari Pertamina ia mengharapkan agar suplainya bisa terjaga, karena pengelola tidak mau dipusingkan dengan masalah-masalah pasokan yang tersendat, padahal mereka juga telah direpotkan dengan penggunaan genset.

"Pada dasarnya kita mendukung, tapi soal sanksi kita menolaknya, kita harus menanggung persoalan yang disebabkan oleh PLN, ini tidak seharusnya," serunya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads