"Rakyat seperti dijebak. Konversi 3 kg banyak tidak disediakan. Inilah sekuriti energi kita yang sangat menyedihkan waktu konversi tidak lama kemudian harga dinaikkan," kata Dirgo Purbo, pengamat migas yang juga pengajar di UI dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (30/8/2008).
Dia menyayangkan karena setiap ganti pemerintah ganti kebijakan. "Kalau pemerintah mendapatkan aspek migas untuk kepentingan nasional dia harus tahu bagaimana mengamankan kebutuhan dalam negeri. Kita setelah reformasi makin carut marut tidak sesuai kebutuhan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal jarang ada negara yang mau ekspor energi, negara lain di dunia lebih mementingkan kepentingana dalam negeri," katanya.
Pemerintah diingatkan untuk membuat kebijakan pengamanan energi, yang lebih mementingkan kebutuhan dalam negeri. (ir/ir)











































