Rakyat Dijebak dengan Program Konversi Elpiji

Rakyat Dijebak dengan Program Konversi Elpiji

- detikFinance
Sabtu, 30 Agu 2008 15:18 WIB
Rakyat Dijebak dengan Program Konversi Elpiji
Jakarta - Untuk mengurangi beban subsidi minyak tanah pemerintah menggelar program konversi elpiji dan tidak menjual minyak tanah bersubsidi lagi di bebarapa daerah. Tapi setelah rakyat memakai elpiji 3 kilogram produk isi ulang susah didapat, sedangkan elpiji 12 kg harganya terus naik.

"Rakyat seperti dijebak. Konversi 3 kg banyak tidak disediakan. Inilah sekuriti energi kita yang sangat menyedihkan waktu konversi tidak lama kemudian harga dinaikkan," kata Dirgo Purbo, pengamat migas yang juga pengajar di UI dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (30/8/2008).

Dia menyayangkan karena setiap ganti pemerintah ganti kebijakan. "Kalau pemerintah mendapatkan aspek migas untuk kepentingan nasional dia harus tahu bagaimana mengamankan kebutuhan dalam negeri. Kita setelah reformasi makin carut marut tidak sesuai kebutuhan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirgo juga mempertanyakan kenapa harga gas dalam negeri lebih mahal daripada harga penjualan gas untuk ekspor ke China. Harga jual gas Tangguh yang dijual rata-rata sebesar US$ 3,5 per MMBtu, lebih rendah dari harga gas di dalam negeri yang rata-rata di atas US$ 4 MMBtu seperti yang dibeli PLN US$ 4,5 MMBtu.

"Padahal jarang ada negara yang mau ekspor energi, negara lain di dunia lebih mementingkan kepentingana dalam negeri," katanya.

Pemerintah diingatkan untuk membuat kebijakan pengamanan energi, yang lebih mementingkan kebutuhan dalam negeri. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads