Jumlah Entrepreneur RI Menuju 2%

Jumlah Entrepreneur RI Menuju 2%

- detikFinance
Sabtu, 30 Agu 2008 15:51 WIB
Jumlah Entrepreneur RI Menuju 2%
Jakarta - Jumlah pelaku bisnis mandiri atau enterpreneur di Indonesia memang masih sedikit. Namun ada tren pertambahan yang positif dan diperkirakan akan mencapai angka 2% dari total seluruh penduduk.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Surasono Soebari, salah satu pembicara sekaligus penulis buku Pensiunprener dalam seminar Indonesia Small & Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA) 2008 di Balroom Hotel Sahid, Jl Jendral Sudirman, Jakarta, Sabtu (30/8/2008).

"Entrepreneur di Indonesia semakin menjamur, seperti dilihat dalam riset milik Ir. Ciputra yang mengatakan jumlahnya saat ini sebanyak 0,18% dari total penduduk dan diperkirakan akan naik menjadi 2% bahkan lebih," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah tersebut mendekati jumlah entrepreneur di Amerika yang saat ini berjumlah 2,14% walaupun masih jauh dibandingkan dengan negara tetangga kita Singapura yang memiliki jumlah 7,2% dari total jumlah penduduknya.

"Pertumbuhannya di Indonesia sangat luar biasa, orang sudah mulai memilih menjadi entrepreneur di tengah kesulitan mencari lapangan pekerjaan," ujar mantan wartawan Tempo tersebut.

Dengan bertambahnya jumlah entrepreneur, Ia berharap Indonesia bisa siap menghadapi kenaikan jumlah penduduk di masa yang akan datang. "Ke depan Indonesia akan mengalami baby booming, dimana akan lebih banyak bayi yang lahir daripada orang tua yang meninggal," imbuhnya.

Menurutnya, hal tersebut bisa diketahui dari data BKKBN tentang estimasi pertambahan jumlah penduduk Indonesia. Saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai 220 juta jiwa. Diperkirakan pada tahun 2013 saja meningkat hingga 247,5 juta jiwa, sedangkan pada tahun 2025 melonjak hingga 273 juta jiwa.

"Masih ada kemungkinan untuk mencapai angka 300 juta jiwa. Jika sudah begitu maka persaingan mencari lapangan pekerjaan semakin ketat," tambahnya. Ia pun berharap anak muda Indonesia bisa berpikir kritis menghadapi permasalahan ini.

"Saat ini sudah banyak saya lihat anak-anak muda yang memulai bisnis kecil-kecilan. Saya rasa ini sudah bagus, mereka sudah mulai mengerti," pungkasnya. (ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads