Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin (1/8/2008).
"Yang jadi bintang lapangannya ikan segar, yang menyumbang inflasi paling besar 0,09 persen dari 0,51 persen karena kelangkaan suplai akibat cuaca, gelombang pasang, dan kenaikan bahan bakar perahu nelayan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga kenaikan elpiji. Meskipun naiknya baru minggu terakhir tapi sudah terekam oleh BPS sumbangannya terhadap inflasi sebesar 0,04 persen.
Yang keempat adalah biaya sekolah sebesar 0,04 persen. Dan terakhir telur ayam ras.
Rusman menambahkan, inflasi di bulan Agustus yang bisa turun di bawah 1 persen terjadi karena harga-harga komoditas ada yang mengalami penurunan. "Ada yang menahan inflasi," ujarnya.
Misalnya, emas perhiasan mengalami deflasi 0,07 persen. Emas mengalami deflasi karena harga emas internasional turun. Bawang merah juga mengalami penurunan karena suplainya yang melimpah dan berkontribusi menyebabkan deflasi 0,06 persen.
Harga Pertamax yang mengalami deflasi 0,03 persen, cabe merah dan minyak goreng juga menahan inflasi tidak mencapai 1 persen di Agustus 2008.
Inflasi Kalender dan Year on Year
Sedangkan inflasi pada tahun kalender pada periode Januari hingga Agustus 2008 tercatat sebesar 9,4 persen sedangkan year on year inflasi atau inflasi periode Agustus 2008 dibanding Agustus 2007 mencapai 11,85 persen. (ddn/ir)











































