RI Catat Defisit Neraca Perdagangan untuk Pertama Kali

RI Catat Defisit Neraca Perdagangan untuk Pertama Kali

- detikFinance
Senin, 01 Sep 2008 14:55 WIB
RI Catat Defisit Neraca Perdagangan untuk Pertama Kali
Jakarta - Surplus perdagangan Indonesia makin menipis. Dan untuk pertama kalinya di bulan Juli 2008, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin (1/8/2008).

Pada bulan Juli neraca perdagangan mengalami defisit karena ekspor pada bulan tersebut tercatat sebesar US$ 12,55 miliar, sementara impornya mencapai US$ 12,82 miliar sehingga defisitnya US$ 270 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Juni 2008, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus sebesar US$ 880 juta. Pada Juni, ekspor Indonesia tercatat US$ 12,9 miliar, sementara nilai impor tercatat US$ 12,02 miliar.

Namun jika dihitung secara kumulatif dari Januari sampai Juli 2008, Indonesia masih mengalami surplus sekitar US$ 5,15 miliar. Surplus perdagangan terus mengecil karena adanya defisit pada bulan Juli.

"Bulan Juli pengalaman pertama kita defisit perdagangan, tapi kita tidak perlu mengkhawatirkan namun kewaspadaan tetap perlu karena surplus makin menipis," ujarnya.

Ekspor bulan Juli mencapai US$ 12,55 miliar, turun 2,65 persen dibanding ekspor Juni 2008. Namun dibanding Juli 2007 mengalami peningkatan 25,03 persen.

Ekspor pada periode Januari-Juli 2008 mencapai US$ 83,03 miliar. Di sektoral, ekspor non migas US$ 9,68 miliar turun 2,38 persen, dibanding Juni 2008, tetapi dibanding tahun sebelumnya naik 17,84 persen.

Penurunan ekspor non migas terjadi pada lemak, dan minyak hewan nabati (CPO) sebesar US$ 1,48 miliar.

"Hampir seluruhnya didominasi oleh CPO, jadi dalam 1 bulan itu penurunan ekspor CPO besar, dari US$ 2,06 miliar nilainya pada Juni 2008 menjadi tinggal US$ 581 juta," ujarnya.

Penurunan ekspor CPO terjadi karena harga CPO yang turun di pasar internasional menyusul penurunan harga minyak dunia.

Ekspor non migas terbesar masih ke Jepang US$ 1,46 miliar, disusul Singapura US$ 1,13 miliar, dan AS US$ 1,12 miliar

Sedangkan nilai impor Juli mencapai US$ 12,82 miliar atau naik 6,59 persen dibanding Juni 2008. Impor migas mencapai US$ 3,57 miliar atau naik 27,88 persen dibanding Juni 2008, sedangkan impor non migas mencapai US$ 9,24 miliar atau naik 72,12 persen dibanding Juni 2008.

Ekspor pada bulan Januari-Juli 2008 mencapai US$ 77,88 miliar. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads