Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin (1/9/2008).
"Untuk CPO kelihatannya pengusaha CPO ini cerdik, saya gak tahu apakah cerdik, nakal atau cerdas ya, soalnya di Juli itu ekspor turun saat pajaknya 20 persen, dari dalam negeri kelihatannya ada niat untuk mengurangi pajak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau pajak ekspornya 20 persen dia nahan, kalau 15 persen baru ekspor kan lumayan," ujarnya.
Volume ekspor minyak dan bahan nabati pada bulan Juni sebesar 1,9 juta metrik ton, namun angka itu langsung drop di bulan Juli menjadi 505,8 ribu metrik ton.
Rusman meyakini ekspor CPO pada bulan Agustus akan ramai lagi menyusul pajak ekspor yang masih lumayan rendah yakni 15 persen seiring penurunan harga CPO di pasar internasional. (ddn/ir)











































