Hal ini diusulkan oleh Depperin menyusul terjadinya pasokan gula dalam negeri yang melebihi dari kebutuhan. Sehingga harga gula dalam negeri kian hari terus mengalami penurunan yang ujung-ujungnya merugikan para petani.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris sebelum melakukan rapat koordinasi soal gula di gedung Menko Perekonomian Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (1/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi menambahkan stok gula dalam negeri sampai akhir Mei 2008 mencapai 775.557 ton yang terdiri dari gula pasir sebanyak 571. 800 ton dan gula rafinasi 203.737 ton.
"Stok akhir 2008 lebih tinggi dari awal 2008, diperkirakan awal tahun 2009 sebanyak 1,2 juta ton, padahal idealnya 3 bulan penggunaan," jelas Fahmi.
Menurut Fahmi idealnya dalam satu bulan penggunaan gula sebanyak 220.000 ton atau mencapai 660.000 ton selama tiga bulan. Artinya suplai stok yang diperkirakan pada awal 2009 sebanyak 1,2 juta ton telah melampaui 2 kali lipat dari seharusnya.
(hen/qom)











































