Demikian disampaikan Dubes China untuk Indonesia Zhang Qiyue ketika ditemui di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Senin (1/9/2008).
Ia menyatakan, masalah LNG Tangguh ini harus dilihat dari sisi sejarahnya bagaimana
kontrak tersebut diteken. Untuk penandatanganan kontrak ini, kedua pemerintah langsung turun tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ketika ditanya apakah China bersedia menegosiasi ulang harga kontrak tersebut, Zhang Qiyue menyatakan, dirinya tidak memiliki spesifikasi untuk hal itu.
"Saya tidak bisa menjawab dengan spesifik. Karena dulu saya juga tidak terlibat pada waktu kontrak diteken. Intinya kita tetap ingin kerja sama dengan Indonesia," katanya.
(lih/qom)










































