Utang yang jatuh tempo pada tahun 2009 itu hampir 3 kali lipat lebih besar dari utang luar negeri yang jatuh tempo di tahun 2008 sebesar US$ 2,894 miliar.
Demikian data dari Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu yang di-updated 31 Juli 2008 seperti dilansir detikFinance, Selasa (2/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proporsi untuk utang luar negeri terbanyak berupa pinjaman bilateral 53,22%, multilateral 29,1%, kredit ekspor 17,57%, kredit komersial 0.09% dan leasing 0,01%.
Sedangkan pinjaman luar negeri dalam mata uang valas terbesar adalah yen Jepang sebanyak 42,5%, dolar AS 28,9%, euro 17,2%, lain-lain 9,5% dan poudsterling 1,9%.
Proporsi Pinjaman Luar Negeri berdasarkan Kreditor adalah Jepang 40,3%, lain-lain 17,8%, ADB 16%, Bank Dunia 13%, Jerman 6,2%, AS 4,2%, dan Inggris 2,5%. (ir/ir)










































