Jatuh Tempo Utang Luar Negeri Menumpuk di 2009

Jatuh Tempo Utang Luar Negeri Menumpuk di 2009

- detikFinance
Selasa, 02 Sep 2008 09:37 WIB
Jatuh Tempo Utang Luar Negeri Menumpuk di 2009
Jakarta - Pembayaran utang luar negeri paling banyak terjadi pada tahun 2009. Pemerintah harus menyiapkan pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo tahun depan US$ 6,514 miliar.

Utang yang jatuh tempo pada tahun 2009 itu hampir 3 kali lipat lebih besar dari utang luar negeri yang jatuh tempo di tahun 2008 sebesar US$ 2,894 miliar.

Demikian data dari Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu yang di-updated 31 Juli 2008 seperti dilansir detikFinance, Selasa (2/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah puncak jatuh tempo di tahun 2009, utang luar negeri yang jatuh tempo-tempo berikutnya terus menurun. Untuk jatuh tempo utang luar negeri tahun 2010 turun menjadi US$ 5,215 miliar, tahun 2011 US$ 4,614 miliar, tahun 2012 US$ 4,516 miliar, tahun 2013 US$ 4,562 miliar, tahun 2014 sebesar US$ 4,371 miliar. Pinjaman utang luar negeri masih akan jatuh tempo tiap tahunnya hingga tahun 2040.      

Proporsi untuk utang luar negeri terbanyak berupa pinjaman bilateral 53,22%, multilateral 29,1%, kredit ekspor 17,57%, kredit komersial 0.09% dan leasing 0,01%.

Sedangkan pinjaman luar negeri dalam mata uang valas terbesar adalah yen Jepang sebanyak 42,5%, dolar AS 28,9%, euro 17,2%, lain-lain 9,5% dan poudsterling 1,9%.

Proporsi Pinjaman Luar Negeri berdasarkan Kreditor adalah Jepang 40,3%, lain-lain 17,8%, ADB 16%, Bank Dunia 13%, Jerman 6,2%, AS 4,2%, dan Inggris 2,5%. (ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads