Demikian laporan Tim Harga Minyak Mentah Indonesia seperti dikutip detikFinance dari situs Ditjen Migas, Selasa (2/9/2008).
Untuk Harga Minas/SLC mencapai US$ 118,74 per barel, turun US$ 19,99 per barel dari bulan Juli sebesar US$ 138,73 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian pula karena menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya, terutama euro dan yen Jepang, sehingga berdampak terhadap menurunnya penanaman modal di pasar komoditi, termasuk minyak.
"Selain itu, berkurangnya tingkat pemakaian konsumsi gasoline di Amerika pada semester pertama tahun ini yang mencapai rata-rata 800 MBCD dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini terbesar sejak 1982," demikian siaran pers dari Ditjen Migas.
Harga minyak juga mendapat support dari tidak terjadinya kerusakan terhadap fasilitas produksi minyak dan gas di Teluk Meksiko akibat menjauhnya Badai Eduord dan Fay dari kawasan itu pada minggu pertama dan terakhir Agustus 2008. Sementara produksi OPEC dalam bulan Agustus 2008 meningkat dibandingkan Juli 2008 sehubungan dengan meningkatnya produksi minyak mentah Saudi Arabia, Iran dan Angola.
Faktor lain pendukung penurunan harga minyak adalah kembali beroperasinya jaringan pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC) pada 25 Agustus 2008 setelah sempat terhenti akibat serangan sabotase kelompok Kurdi pada 6 Agustus 2008. Pipa BTC memiliki kapasitas 1 juta barel per hari dan digunakan untuk memompa minyak mentah Azeri dari Azerbaijan menuju pelabuhan Ceyhan di Turki.
Khusus kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak juga disebabkan oleh menurunnya permintaan minyak mentah jenis direct burning dan fuel oil oleh perusahaan listrik di Jepang, sehubungan dengan kembali beroperasinya beberapa unit PLTN setelah pemeliharaan berkala.
Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional, sebagai berikut: WTI (Nymex) turun US$ 16,80 per barel dari US$ 133,48 per barel menjadi US$ 116,69 per barel.
Brent (IPE) turun US$ 19,33 per barel dari US$ 134,56 per barel menjadi US$ 115,24 per barel.
Tapis (Platts) turun US$ 20,26 per barel dari US$ 144,66 per barel menjadi US$ 124,40 per barel.
Basket OPEC turun US$ 18,75 per barel dari US$ 131,22 per barel menjadi US$ 112,47 per barel.
(qom/ir)











































