Pengamat migas Kurtubi mengatakan harga elpiji 3 kg yang dibeli masyarakat sebesar Rp 4.250/kg setara dengan US$ 9,9/mmbtu. Sementara harga LNG Tangguh yang dijual hanya sebesar US$ 3,35/mmbtu.
"Kalau begini, sama saja pemerintah kita mensubsidi rakyat China. Padahal masyarakat kita di dalam negeri membayar lebih mahal," ujarnya dalam keterangan pers di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (2/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, harga LNG Tangguh dijual ke China dengan patokan harga minyak yang dibatasi US$ 38 per barel. Dengan formula antara lain 5% dari harga minyak, maka harga gasnya jatuh di kisaran US$ 3,35/mmbtu.
Pengamat ekonomi Fadhil Hasan mengatakan, koefisien formula ini lebih jelek ketimbang formula harga dari kilang Arun yang berupa 7,5% harga minyak ditambah 1,5%. Begitu juga jika dibandingkan formula kilang Badak yang sebesar 15% harga minyak ditambah 1,5%. (lih/ir)










































