Demikian disampaikan Dirut Pertamina Ari H Soemarno usai rapat mengenai perkembangan konversi minyak tanah di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (2/9/2008). Hadir dalam kesempatan tersebut Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menperin Fahmi Idris dan sejumlah direksi BUMN.
Ari menjelaskan, terhitung dari akhir tahun 2007 hingga 1 September 2008, jumlah paket tabung 3 kg dan kompor gas yang sudah didistribusikan mencapai 12 juta, atau berarti baru 40% dari target. Namun dari sisi jumlah minyak tanah yang sudah ditarik mencapai 1,37 juta kiloliter atau 60% dari target dan pengisian elpiji sudah 300.000 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, untuk Jabodetabek konversi sudah selesai dan diperluas ke wilayah Jabar, Jateng dan Jatim. Dan ternyata jumlah minyak tanah yang ditarik dari daerah konversi itu, menurut Ari ternyata melebihi perkiraan.
"Saya yakin benar Pertamina dapat mencapai target penghematan minyak tanah meskipun tabung tidak mencapai target akhir tahun. Di akhir tahun penarikan minyak tanah diperkirakan mencapai 2,1 juta kiloliter," tambah Ari optimistis.
Pertamina dan pemerintah kini sedang membahas berbagai faktor yang akan menghambat program konversi. Rencananya akan dibentuk gugus tugas yang berisi perwakilan dari Pertamina, Kejaksaan dan BPKP plus departemen terkait untuk memonitor pelaksanaan program konversi ini.
"Karena program ini prioritas tinggi karena penghematan yang dapat dicapai sehingga perlu pendampingan dan menyelesaikan peraturan yang berlaku," pungkas Ari.
(qom/ddn)










































