"Hal ini dilakukan agar aset milik negara lebih terjaga dan tidak ada intervensi dari pihak lain mengenai berbagai keputusan," kata peneliti dari Ecole des Mines de Paris, Joel Ruet, dalam seminar mengenai kesuksesan ekonomi India dan China di Gedung Bappenas, Jalan Taman Surapati, Jakarta, Selasa (2/9/2008).
Berbeda dengan di Indonesia, di mana cukup banyak perusahaan negara dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memasuki lantai bursa. Belum lagi tahun ini pemerintah berencana untuk melakukan privatisasi terhadap lima BUMN lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Jeol juga mengatakan, kebanyakan dari BUMN China yang dipertahankan menjadi perusahaan tertutup memiliki potensi sumber daya alam yang bagus.
"Sumber daya alam tersebut nantinya bisa digunakan untuk merangsang teknologi baru, baik itu oleh pemerintah sendiri ataupun dari investor asing," ucapnya.
Seperti tertulis dalam bukunya yang berjudul Globalisation in China, India and Russia, kemajuan ekonomi cina sendiri selama ini sering tidak sesuai dengan teori ekonomi manapun yang ada selama ini. "Sehingga pertumbuhan ekonomi China berpotensi mengeluarkan teori baru," jelasnya. (ang/ddn)











































