Argentina Lunasi Utang ke Paris Club

Argentina Lunasi Utang ke Paris Club

- detikFinance
Rabu, 03 Sep 2008 10:50 WIB
Argentina Lunasi Utang ke Paris Club
Buenos Aires - Argentina mengumumkan rencananya untuk melunasi utangnya ke kreditor internasional, Paris Club, senilai US$ 6,7 miliar. Argentina sebelumnya juga telah melunasi utang ke IMF, seiring membaiknya kondisi perekonomian negara Amerika Latin tersebut.

"Saya telah menginstruksikan kepada Menteri Perekonomian (Carlos Fernandez) untuk menggunakan cadangan devisa di Bank Sentral untuk membayar seluruh utang kepada Paris Club," ujar Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner seperti dikutip dari AFP, Rabu (3/9/2008).

Paris Club merupakan kumpulan dari negara-negara kreditor dari Amerika Serikat (AS), Jepang dan negara maju G7 lainnya. Mereka memberikan utang kepada Argentina saat dilanda kejatuhan ekonomi tahun 2001. Indonesia kini juga tercatat memiliki utang kepada Paris Club.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Argentina pada tahun 2001 lalu dilanda kejatuhan ekonomi cukup parah yang merebak menjadi kekacauan. Krisis itu hampir saja menyebabkan pemerintah Argentina default. Separuh penduduknya bahkan sempat jatuh ke jurang kemiskinan akibat krisis tersebut.

Namun Argentina terus berjuang untuk memperbaiki perekonomiannya sehingga kini bisa tumbuh rata-rata 8% dalam lima tahun terakhir. Argentina kini tercatat memiliki cadangan devisa US$ 50 miliar. Pada tahun lalu, Argentina juga sudah melunasi seluruh utangnya ke IMF senilai US$ 9,5 miliar.

Para pebisnis di Argentina menyambut positif rencana negara tersebut membayar lunas seluruh utang ke Paris Club. Mereka meyakini pelunasan utang itu bisa membuat mereka semakin mudah mencari pendanaan keluar.

"Saya percaya bahwa pembayaran utang ini akan memberi dampak positif secara domestik dan internasional. Saya kira kreditor akan merespons dengan baik. Langkah ini akan memberi kemungkinan membaiknya kondisi perekonomian dan memberi kesempatan bagi para pebisnis untuk mendapatkan pembiayaan lebih baik,"ujar Juan Carlos Lascurain, Presiden Asosiasi Industri Manufaktur Argentina.

Hal senada disampaikan Ketua Kamar Dagang Usaha Menengah Argentina, Osvaldo Cornide yang menyatakan bahwa para pebisnis akan semakin mudah mendapatkan akses pendanaan dengan suku bunga yang lebih menarik ketimbang saat ini.

"Pengumuman ini secara radikal akan mengubah kondisi pendanaan baik di luar maupun di dalam Argentina," ujar Osvaldo.

Sementara pemerintah AS menyambut baik langkah Argentina ini. "Keputusan ini menggambarkan langkah pertama yang penting dalam mengkonsolidasi posisi Argentina di pasar internasional," jelas juru bicara Deplu AS, Sean McCormack.

"Kami berharap langkah penting ini mampu menciptakan kesempatan bagi institusi finansial AS dan investor internasional untuk terus beroperasi di Argentina," imbuhnya McCormack.

Negara lain yang telah melunasi utang baik ke IMF dan Paris Club adalah Brasil. Indonesia pada Oktober 2006 lalu juga telah melunasi utang ke IMF dalam dua kali pembayaran, atau secara total mencapai sekitar US$ 7 miliar.

Indonesia tercatat masih memiliki utang juga ke Paris Club, dimana sekitar US$ 3 miliar akan jatuh tempo 2010 dengan masa tenggang 1 tahun. Utang ke Paris Club ini sedianya jatuh tempo 2005, namun Indonesia mendapatkan moratorium berupa penangguhan utang selama 5 tahun menyusul terjadinya tsunami di Aceh. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads