Hal ini dikatakan oleh Ketua BPK Anwar Nasution usai acara laporan BPK kepada Panitia Hak angket migas di Gedung DPR Senayan, Jakarta (3/9/2008).
"Soal 54 kontrak lainnya, semuanya akan kita audit, kontrak karya akan kita audit semua. Yang kita audit sekarang ini sudah mencakup 70% dari produksi minyak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Audit migas, sejak tahun 2005 kita sudah lakukan, akan kita tingkatkan, kita tanya apalagi yang akan kita fokuskan. Kami sudah merencanakan untuk melakukan audit perminyakan dan angkutan bukan hanya perkapalan tetapi pipa juga," jelasnya.
Dengan periode yang hanya baru 3 tahun, Anwar mengakui BPK masih mengalami keterbatasan termasuk sumber daya manusia misalnya dalam memeriksa atau mengaudit hal bersifat teknis seperti lifting minyak.
"BPK ini mualaf yang baru saja masuk perminyakan. Sebelum BPK tidak ada orang bicara cost recovery, subsidi bbm, tapi ini bukan membanggakan diri," katanya sambil tertawa. (hen/qom)











































