Unilever Dibayangi Profit Taking

Rekomendasi Saham

Unilever Dibayangi Profit Taking

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2008 09:06 WIB
Unilever Dibayangi Profit Taking
Jakarta - Di tengah tekanan pasar saat ini, ada peluang melakukan trading pada saham-saham perbankan, semen, dan konsumer. Tapi untuk saham Unilever yang sudah mengalami jenuh beli sudah mulai dibayangi profit taking.

Panin Sekuritas dalam rekomendasi sahamnya, Kamis (4/9/2008) mengulas IHSG kemarin turun signifikan (-1.99%) didorong oleh turunnya saham batubara seperti BUMI, PTBA. Karena saham pertambangan memiliki bobot yang cukup besar pada IHSG. Terlihat pula, pergerakan harga minyak mentah yang masih fluktuatif dengan kecenderungan melemah (downtrend) menuju level US$ 100 per barel. Nilai tukar Rupiah juga masih melemah.

Hari ini diperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif, dimana tekanan jual masih akan melanda saham batubara. Sebaliknya, di tengah tekanan pasar dapat diperhatikan peluang trading pada saham perbankan, semen, dan konsumer. Investor juga masih menanti hasil rapat dewan Gubernur BI yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Kisaran support-resistance 2.088-2.159.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham pilihan yang bisa jadi perhatian investor adalah:

Astra Agro Lestari (AALI), yang kemarin turun cukup signifikan mengikuti turunnya saham berbasis komoditas yang lain. Meski demikian, pada level Rp 16.000-an ada peluang untuk trading jangka pendek pada saham ini. Terlihat pula momentum indikator masih berada pada area positif. Trading pada kisaran 16.100-18.000.

Unilever Indonesia (UNVR), saham ini terlihat bergerak dalam uptrend sejak pertengahan Juli lalu (1,5 bulan). Saham ini terlihat terus menguat ditengah tekanan pada indeks. Terlihat saat ini indikator RSI telah memasuki wilayah overbought, sebagai indikasi peluang terjadinya profit taking. Kisaran support-resistance 7.400-8.000. Hold.

Disclaimer:

Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads