Pada perdagangan Kamis (4/9/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 2,99% ke level 11.188,23. Dow Jones mencatat penurunan harian terbesar sejak 26 Juni, dan sudah merosot 20% dibandingkan tahun lalu.
Nasdaq juga merosot 3,2% ke 2.259,04, Standard & Poor's turun 2,99% ke level 1.236,83. Nasdaq dan S&P mencatat penurunan sejak 4 hari terakhir, dengan S&P terendah sejak Januari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data penjualan ritel Wal-Mart memang menunjukkan perbaikan secara Agustus, namun kebanyakan peritel lain justru menunjukkan penurunan penjualan. Hal itu menimbulkan keraguan tentang kemampuan daya beli konsumen AS.
"Kabar Wal-Mart secara pasti menjadi pertanda bahwa masyarakat kelas menengah kini bergabung dengan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan untuk membuat peritel besar sebagai tempat pertama dan satu-satunya untuk berbelanja. Ini juga menjadi salah satu sinyal bahwa resesi kemungkinan semakin dalam," jelas Doyglas McIntyre dalam situs finansial 24/7 Wall Street seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/9/2008).
Perekonomian AS memang naik 3,3% dalam kuartal II, namun sebagian analis menyatakan bahwa data tersebut terdistorsi oleh ekspor sementara aktivitas domestik merosot.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah pengangguran baru naik hingga 15.000 menjadi 444.000.
"Jelas sekali bahwa kekhawatiran tentang pelemahan ekonomi yang menjadi sentimen negatif. Data ekonomi dan proyeksi yang lemah tidak memberikan banyak kepercayaan bagi perbaikan proyeksi ekonomi," ujar Chief Investment Officer Harris Private Banking, Jack Ablin seperti dikutip dari Reuters.
Sementara saham-saham di Eropa juga dilanda kemerosotan. Indeks FTSE 100 di London turun hingga 2,50% ke level 5.362,10, indeks CAC Paris turun 3,22% ke level 4.304,01, indeks DAX Frankfurt turun 2,91% ke level 6.279,57.
Penurunan lanjutan dari saham-saham di Eropa setelah Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet memberikan pengumuman tentang proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Inflasi diprediksi meningkat menjadi 3,5% di tahun 2008 dan baru turun jadi 2,6% tahun 2009. Sementara pertumbuhan ekonomi direvisi dari 1,8% menjadi 1,4% untuk tahun 2008 dan turun lagi pada tahun 2009 menjadi 1,2%.
"Dari pernyataan itu, kami melihat meningkatnya kewaspadaan karena kita akan menghadapi masa yang berat ke depan," jelas Aurelio Maccario.
Bursa-bursa lain yang mencatat penurunan adalah Bovespa Brasil turun 3,96% dan S&P/TSX toronto yang turun hingga 2,46%.
Harga Minyak
Sementara harga minyak mentah dunia kemarin kembali turun setelah menguatnya kembali nilai tukar dolar AS atas euro.
Kontrak utama New York untuk minyak jenis light turun lagi 1,46 dolar ke level US$ 107,89 per barel. Minyak jenis Brent pengiriman Oktober turun hingga 1,76 dolar ke level US$ 106,30 per barel.
(qom/qom)











































