Indeks Saham Belum Sehat

Indeks Saham Belum Sehat

- detikFinance
Jumat, 05 Sep 2008 07:40 WIB
Indeks Saham Belum Sehat
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih belum sehat karena kondisi bursa saham global yang terus memburuk. Kondisi ini akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut meriang.

Faktor eksternal akan menjadi perhatian pelaku pasar seperti turunnya saham-saham di Wall Street, ancaman pelemahan ekonomi di Eropa dan turunnya harga minyak dunia yang kini di posisi US$ 107 per barel.

Sementara naiknya suku bunga acuan BI Rate menjadi 9,25% juga akan menekan saham-saham perbankan. Akibatnya, IHSG pada perdagangan akhir pekan Jumat (5/9/2008) masih akan dibayangi sentimen negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Kamis waktu AS (4/9/2008), indeks Dow Jones Industrial Average turun 2,99% ke level 11.188,23. Dow Jones mencatat penurunan harian terbesar sejak 26 Juni, dan sudah merosot 20% dibandingkan tahun lalu.

Nasdaq juga merosot 3,2% ke 2.259,04, Standard & Poor's turun 2,99% ke level 1.236,83. Nasdaq dan S&P mencatat penurunan sejak 4 hari terakhir, dengan S&P terendah sejak Januari.

Pelemahan saham-saham di Wall Street terjadi setelah data pengangguran AS dalam pekan terakhir juga menunjukkan kenaikan dengan jumlah PHK lebih besar dari sektor swasta. Digabung dengan penjualan data ritel yang belum menggembirakan.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (4/9/2008) IHSG turun tajam 40,766 poin (1,93%) menjadi 2.075,234.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks terkoreksi 40 poin ke level 2.075 akibat profit taking di sektor pertambangan, perdagangan dan infrastruktur. Keputusan BI kembali menaikkan BI rate 25 bps kelevel 9.25% menambah sentimen negatif ke sektor perbankan. Indeks menunggu sentimen positif dari harga minyak dan komoditas. Indeks selanjutnya diperkirakan bergerak dilevel 2.030-2.090 dengan pilihan saham: TINS, SMCB, INDF, UNSP, dan APEX. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads