Saham Indocement Melawan Arus

Rekomendasi Saham

Saham Indocement Melawan Arus

- detikFinance
Jumat, 05 Sep 2008 08:41 WIB
Saham Indocement Melawan Arus
Jakarta - Buruknya pasar saham global akan berimbas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham unggulan seperti Telkom masih bisa terseret negatif sementara Indocement mencoba melawan arus.Β Β  Β 

Panin Sekuritas dalam rekomendasi sahamnya, Jumat (4/9/2008) mengulas IHSG pada Kamis kemarin bergerak melemah (-1.93%) seiring dengan tekanan jual dari saham batubara. Dengan penurunan kemarin, tercatat IHSG sudah mengalami penurunan -4.29% pada pekan ini. Situasi ini bertambah buruk setelah tadi malam Dow Jones turun -344 poin menyusul naiknya angka pengangguran. Anjloknya Dow Jones diperkirakan akan berimbas terhadap gerak bursa regional Asia pada pagi ini. Disamping Dow Jones, harga minyak dunia juga kembali melemah pagi ini, memberikan sinyal negatif bagi saham berbasis komoditas.

Secara teknikal, IHSG terlihat akan kembali menguji support di 2.035. Jika tembus kemungkinan IHSG dalam jangka pendek akan menuju gap lama di 1.965.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut dua saham yang bisa dimonitoring yang dikaji secara teknikal:

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), Kamis kemarin bergerak menguat di tengah tekanan terhadap indeks. Dari perbandingan chart, saham INTP terlihat bergerak melawan arah gerak IHGS sejak bulan lalu. Meski berada dalam uptrend, untuk jangka pendek juga terlihat ruang untuk bergerak naik relatif sudah terbatas. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa oscillator indicator yang
menunjukkan mulai memasuki area overbought. Trading dengan kisaran support-resistance 6.300-6.700.

Telkom (TLKM), harga saham ADR TLKM di New York turun -4% pada perdagangan kemarin. Kami perkirakan TLKM masih akan bergerak melemah pada hari ini. Beberapa indikator juga menunjukkan sinyal saham ini masih akan melemah. TLKM diperkirakan akan menuju support 7.425 (FR 23.6%), jika tembus kemungkinan menuju batas lower Bollinger band di 7.200-an. Trading jual.

Disclaimer:

Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads