Bursa Saham Asia Berjatuhan

Bursa Saham Asia Berjatuhan

- detikFinance
Jumat, 05 Sep 2008 10:31 WIB
Bursa Saham Asia Berjatuhan
Jakarta - Mengikuti pelemahan bursa-bursa utama dunia kemarin, bursa-bursa saham Asia pagi ini juga mencatat penurunan yang cukup besar. IHSG mengikuti tren dan terpangkas hingga 50 poin.

Pada perdagangan Jumat (5/9/2008), pukul 10.10 waktu JATS, IHSG terpangkas hingga 54,240 poin (2,61%) ke level 2.020,994. Sementara rupiah merosot hingga 9.335 per dolar AS.

Indeks Hang Seng di Hong Kong tercatat turun hingga 562,67 poin (2,8%) ke level 19.826,81, Nikkei-225 merosot 319,05 poin ke level 12.238,61, Topix turun 30,54 poin (2,54%) ke level 1.171,11, atau berada di level psikologis 1.200.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian pula indeks S&P/ASX Australia turun 112,6 poin ke level 4.866,9, Taiwan turun 151,31 poin (2,36%) ke level 6.261,32.

Kekacauan bursa Asia dipicu oleh kekhawatiran melemahnya pertumbuhan ekonomi di tengah tingginya inflasi dan anjloknya bursa-bursa utama dunia kemarin.

"Wall Street anjlok tajam karena kekhawatiran tentang data tenaga kerja AS dan meningkatnya kegamangan akan pertumbuha ekonomi dunia, terutama Eropa. Investor membuat aset-aset yang berisiko," jelas Nagayuki Yamagishi, analis dari Mitsubishi UFJ Securities seperti dikutip dari Reuters.

Yen Menguat Tajam

Sementara mata uang jepang, yen tercatat menguat tajam ke level tertingginya terhadap euro. Euro sempat terpuruk ke 150,51 yen, sebelum akhirnya sedikit membaik ke 152,25 yen.

Bahkan dolar AS yang menguat terhadap mata uang lainnya, tetap tak berdaya menghadapi yen. Dolar AS sempat melemah ke 105,70 yen sebelum membaik ke 106,84 yen.

Para analis mengatakan, investor melakukan carry trades sehubungan dengan anjloknya harga saham-saham dan meningkatnya risiko.

Carry trade merupakan perilaku investor yang mencari pinjaman dari negara dengan suku bunga rendah seperti Jepang, dan kemudian diinvestasikan kedalam mata uang yang memberi imbal hasil lebih tinggi seperti rupiah, ringgit dan peso. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads